1 Mayam Emas Berapa Gram ?


1 Mayam berapa gram emas

1 Emas istilah kuantitatif ini sepengetahuan saya , hanya di pakai di daerah Sumatra Barat dan mungkin di beberapa daerah sekitar yang terpengaruh oleh budaya Minangkabau lainnya.
Menurut informasi yang saya terima dari pedagang emas di kota Bukittinggi 1 Emas setara dengan 2,5 Gram emas, baik itu kadar 24 Karat, 20 Karat , atau 18 Karat, baik yang berupa perhiasan tanpa batu mulia atau pun kepingan emas murni saja

Ada istilah lainnya 1 Suku Emas , 1 Rupiah Emas dan lainnya….
Di Palembang, emas lebih dikenal dalam satuan suku. Biasanya bentuk ini bukan emas batangan melainkan emas perhiasan. Berapakah satu suku emas bila dikonversi dalam gram. Hasilnya adalah 1 suku = 6,7 gram emas. Di Aceh dikenal dengan nama mayam. 1 mayam = 3,37 gram. Sedangkan di pasaran internasional emas lebih dikenal dalam satuan oz. 1 0z = 31,1 gram. Kemudian ada pula dalam dinar dimana 1 dinar = 4,25 gram

Dengan harga yang berfariatif kami hadir untuk anda. Kami menjual emas , perak , palladium dengan kadar yang bervariatif, dan tentunya dengan harga yang bersaing.

kami menerima pesanan sesuai pesanan / by Request
jika anda ingin memiliki cincin emas cantik sesuai budget anda segera hubungi kami.

PIN BB.25F1ED5D
Telkomsel: 08.222.17.222.15
alamat toko Jl. Gedong Kuning Selatan No.8B Kota Gede, Daerah Istimewa Yogyakarta.
http://CincinCOUPLE.wordpress.com/

 

  •  Info yang Mungkin Anda Butuhkan
    1. Model Cincin
    2. Cara Mengukur Jari
    3. Cara Pemesanan

Harga Cincin TUNANGAN, HARGA Cincin Kawin, Harga Cincin EMAS


Aneka Cincin TUNANGAN, Cincin Kawin, Cincin Nikah  dengan model terbaru dan Harga Cincin yang relatif TERJANGKAU. Hubungi Kami di 08.222.17.222.15 Pin BB 25F1ED5D

Dengan harga yang berfariatif kami hadir untuk anda. Kami menjual emas , perak , palladium dengan kadar yang bervariatif, dan tentunya dengan harga yang bersaing.

kami menerima pesanan sesuai pesanan / by Request
jika anda ingin memiliki cincin emas cantik sesuai budget anda segera hubungi kami.

PIN BB.25F1ED5D
Telkomsel: 08.222.17.222.15
alamat toko Jl. Gedong Kuning Selatan No.8B Kota Gede, Daerah Istimewa Yogyakarta.
http://CincinCOUPLE.wordpress.com/

 

  •  Info yang Mungkin Anda Butuhkan
    1. Model Cincin
    2. Cara Mengukur Jari
    3. Cara Pemesanan

Cara Merawat Cincin Perak


Bingung cara merawat Cincin Perak? berikut beberapa Tips dari kami :

Cincin Perak, Perhiasan Perak, Cincin Kawin Perak

  1. Tempatkan Cincin Perak terpisah dengan perhiasan lain dan simpanlah di tempat yang kering.
  2. Hindari benda yang mengandung sulfur (sabun sulfur), menthol, zat chloride (air pada saat berenang), dan acid atau asem, karena perak dapat berubah warna.
  3. Simpan dalam tas kain sebelum masuk lemari atau tas kulit. Kalau ada silica gel yang mudah didapat di supermarket juga sangat bagus. Tempat lain yang aman adalah kotak kertas, plastic dan logam.
  4. Cincin Perak dan Cincin emas juga akan berubah warna apabila terkena parfum dan air laut secara langsung.
  5. Apabila Cincin perak berubah warna, gunakan pasta gigi berwarna putih, mama lemon/sunlight atau pembersih perak dan emas yang bebas dijual di supermarket.
  6. Untuk perawatan dengan pasta gigi berwarna putih, mama lemon/sunlight, pertama sikat perhiasan dengan mengguanakan sikat gigi dan air sampai berbuih, lalu bilas dengan air bresih,kemudian lap perhiasan dengan kain lembut.
  7. Bersihkan Cincin perak secara teratur dengan kain lembut agar selalu bersih dan tetap mengkilap.

Cincin KAWIN, Cincin PERAK, Cincin TUNANGAN, Cincin NIKAH, Cincin Emas PUTIH, Cincin EMAS, Cincin BERLIAN, Cincin TITANIUM, Cincin Kawin Emas, Cincin PASANGAN, Cincin Pernikahan 2012


Aneka Cincin Kawin, Cincin Nikah, Cincin Tunangan dengan model terbaru. Hubungi Kami di 082148335282 Pin BB 22e30566

Kami menyediakan berbagai macam MODEL Cincin KAWIN, Cincin PERAK, Cincin TUNANGAN, Cincin NIKAH, Cincin Emas PUTIH, Cincin EMAS, Cincin BERLIAN, Cincin TITANIUM, Cincin Kawin Emas, Cincin PASANGAN, Cincin Pernikahan 2012.

Untuk Melihat Koleksi Kami, Silahkan Klik Gambar dibawah ini :

Koleksi Model Cincin | CincinCOUPLE.wordpress.com

Mas Kawin


Mahar atau Mas kawin adalah harta yang diberikan oleh pihak mempelai laki-laki (atau keluarganya) kepada mempelai perempuan (atau keluarga dari mempelai perempuan) pada saat pernikahan. Istilah yang sama pula digunakan sebaliknya bila pemberi mahar adalah pihak keluarga atau mempelai perempuan. Secara antropologi, mahar seringkali dijelaskan sebagai bentuk lain dari transaksi jual beli sebagai kompensasi atas kerugian yang diderita pihak keluarga perempuan karena kehilangan beberapa faktor pendukung dalam keluarga seperti kehilangan tenaga kerja, dan berkurangnya tingkat fertilitas dalam kelompok.

Di indonesia, istilah mahar tidak hanya digunakan secara terbatas pada pernikahan. Penganut paham mistisisme kadang-kadang menggunakan istilah yang sama dalam proses pemindahan hak kepemilikan atas benda-benda yang dipercaya memiliki kekuatan tertentu seperti keris, akik, dan benda-benda lainnya. Mahar juga kadang-kadang diartikan sebagai pengganti kata biaya atas kompensasi terhadap proses pengajaran ilmu ataupun kesaktian dari seorang guru kepada orang lain.

Sejarah

Meskipun tidak ada sumber resmi yang menyebutkan secara jelas, budaya mahar dipercaya sudah ada sejak zaman purbakala seiring dengan berkembangnya peradaban manusia. Penemuan tertua yang mengatur tentang tata cara pemberian mahar tercatat pada piagam Hammurabi yang menyebutkan:

Seorang laki-laki yang telah memberikan mahar kepada seorang mempelai wanita namun kemudian mempersunting wanita lain tidak berhak mendapat pengembalian atas mahar yang telah diberikannya, namun apabila ayah dari mempelai wanita menolak menikahkan maka laki-laki tersebut berhak atas pengembalian mahar yang telah diberikannya.

Jika seorang istri meninggal tanpa sempat melahirkan seorang anak laki-laki, ayah dari istri tersebut harus memberikan mahar sebagai gantirugi kepada pihak laki-laki, setelah dikurangi nilai dari mahar yang diberikan pihak laki-laki.

Mahar dalam ajaran agama

Pemberian mahar dalam pernikahan tidak hanya sebatas budaya yang berlaku dalam peradaban manusia, tata cara dan pemberian mahar bahkan diatur dalam kitab suci beberapa agama:

1. Islam

Mahar dalam agama islam dinilai dengan menggunakan nilai uang sebagai acuan, hal ini disebabkan karena mahar merupakan harta dan bukan semata-mata sebagai sebuah simbol. Wanita dapat meminta mahar dalam bentuk harta dengan nilai nominal tertentu seperti uang tunai, emas, tanah, rumah, kendaraan, atau benda berharga lainnya. Mahar juga dapat berupa mushaf Al-Qur’an serta seperangkat alat salat. Agama islam mengizinkan mahar diberikan oleh pihak laki-laki dalam bentuk apapun (cincin dari besi, sebutir kurma, ataupun jasa), namun demikian mempelai wanita sebagai pihak penerima memiliki hak penuh untuk menerima ataupun menolak mahar tersebut.

Adapun mengenai cincin pernikahan yang sudah menjadi kebiasaan bahkan cenderung dianggap sebagai hal yang mendasar didalam suatu acara tunangan atau pernikahan maka sesungguhnya bukanlah berasal dari islam.

Penggunaan cincin didalam acara perkawainan ini sudah berlangsung sejak berabad-abad lalu yang merupakan tradisi didalam agama Yunani dan Romawi kuno yang dianggap sebagai simbol cinta kasih antara laki-laki dan perempuan. Cincin ini kemudian diadopsi dan dikembangkan di eropa (barat) dari mulai model hingga bahan pembuatannya.

Oleh orang-orang Eropa cincin ini pernah dimodifikasi menjadi bentuk-bentuk lainnya seperti kunci dan piramida. Adapun bahan pembuatannya juga mengalami perkembangan dari sekedar lempeng besi menjadi kuningan dan perunggu. Sedangkan para bangsawan dan raja-raja di Eropa menggunakan berlian sebagai bahan pembuatan cincin. Dan akhirnya yang berkembang dan menyebar di masyarakat dunia pada umumnya adalah cincin yang terbuat dari emas atau platinum.

Ada yang mengatakan bahwa pengenaan cincin perkawinan di jari manis adalah kebiasaan orang-orang Cina dengan keyakinan bahwa ibu jari adalah sebagai simbol orang tua, telunjuk adalah simbol kakak dan adik, kelingking adalah simbol anak-anak sedang jari manis adalah simbol suami istri yang akan selalu bersatu selama hidup.

Kesimpulan ini mereka ambil dengan cara yang sangat sederhana yaitu, apabila kedua telapak tangan seseorang dibuka dan jari-jemari yang ada ditangan kanan disentuhkan dengan jari-jemari yang ada di tangan kiri (ibu jari bertemu dengan ibu jari, telunjuk bertemu dengan telunjuk begitu seterusnya kecuali kedua jari tengah yang dilipat bersentuhan) dan jika jari-jemari itu satu-persatu diangkat dan ditutup kembali maka semua jari bisa melakukannya kecuali jari manis.

Nah.. semua jari yang bisa diangkat dan ditutup kembali itu diartikan sebagai simbol untuk orang-orang sekelilingnya yang akan pergi sedangkan jari yang tidak bisa diangkat (jari manis) adalah simbol untuk suami istri yang akan langgeng selamanya.

Jadi penggunaan cincin didalam suatu acara perkawinan bukanlah berasal dari islam. Dan Rasulullah saw bersabda:  ”Siapa yang meniru-niru suatu kaum maka ia termasuk golongan kaum itu.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Islam memiliki ciri dan karakteristik tersendiri yang berbeda dengan agama dan budaya selainnya. Karakteristik dan ciri islam adalah karakteristik ilahiyah yang senantiasa mengingatkannya akan kemuliaan Sang Penciptanya. Karakteristik yang tidak membuatnya lalai dari mengingat Allah swt sehingga ia dinilai sebagai suatu ibadah dan mendapatkan pahala dari Allah swt.

Kalau seandainya mereka yang mengatakan bahwa penggunaan cincin dalam perkawinan juga berasal dari islam berdasarkan hadits Rasulullah saw kepada salah seorang sahabatnya:    ”Berikanlah mahar, meskipun hanya sebuah cincin besi.” (HR. Bukhori)

maka tidaklah tepat karena hadits ini berkaitan dengan mahar seorang yang ingin menikah.

Imam Bukhori memasukan hadits ini kedalam Bab Mahar dengan Barang dan Cincin Besi. Artinya bahwa seseorang yang ingin menikah sedang ia tidak memiliki kemampuan dalam menyediakan maharnya maka ia diperbolehkan memberikan mahar walaupun hanya berupa cincin besi atau sesuatu yang tidak seberapa harganya.

Wassalammu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

[Sumber: eramuslim.com]

2. Kristen

Praktek pemberian mahar dalam agama kristen ditemukan dalam alkitab, pada perjanjian lama, Exodus 22:16-17 yang menyebutkan:

Jika seorang laki-laki mengambil mahkota (keperawanan) seorang wanita yang tidak dijanjikan untuk dinikahinya, kemudian tidur bersamanya. Maka ia harus membayar sejumlah mahar, dan wanita tersebut harus menjadi istrinya. Jika ayah dari perempuan menolak untuk menikahkan keduanya, maka laki-laki tersebut tetap harus membayarkan sejumlah mahar tersebut atas keperawanan yang telah ia ambil.

Sumber: wikipedia

Sejarah Cincin Kawin


Latar Belakang Sejarah

Abad ke-1 hingga Abad ke-9

Pemberian cincin semula berasal dari upacara pertunangan Romawi sejak abad pertama Masehi. Upacara pertunangan tersebut berisi pernyataan tentang janji untuk menikah pada masa depan. Pada masa itu, keterlibatan tradisi setempat masih kuat di dalam kekristenan yang tengah berkembang sehingga banyak unsur-unsur tradisi setempat yang masuk ke dalam ritus pernikahan Kristen. Salah satu unsur tradisi Romawi yang masuk ke dalam ritus pernikahan Kristen adalah prosesi pertukaran cincin pernikahan. Di dalam suatu garis besar tata pernikahan yang dibuat gereja pada abad ke-9, prosesi pemasangan cincin dalam pernikahan telah tercantum di dalamnya.

Abad ke-10 hingga Abad ke-11

Di dalam abad ke-10 dan ke-11 terdapat penambahan di dalam prosesi pemasangan cincin, yaitu pemasangan cincin disertai dengan pemberian berkat pada cincin. Mempelai pria memasangkan cincin kepada mempelai wanita seraya berkata,”Dia (menyebutkan nama mempelai perempuan) yang mengenakan cincin ini boleh berada di dalam damai, kehidupan, bertumbuh di dalam kasih, dan dikaruniakan umur panjang”. Dengan demikian seolah-olah cincin memiliki makna dalam pernikahan sebagaimana konsekrasi roti dan anggur dalam Ekaristi.

Gereja-gereja Ortodoks Timur mempertahankan prosesi pertukaran cincin, seperti pertukaran janji dan cincin di ruang depan. Dengan demikian, jikalau pada abad ke-10 dan ke-11 cincin menjadi simbol berkat, maka pada gereja-gereja Ortodoks Timur, cincin menjadi simbol ikatan kedua mempelai melalui janji pernikahan.

Abad ke-16 hingga Kini

Pada masa Reformasi Gereja, muncul rumusan lain yang berasal dari Martin Luther, yaitu “Apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan oleh manusia”. Ibadah pernikahan di gereja-gereja Protestan Indonesia hingga kini sebagian besar memakai rumusan ini atau yang serupa dengan ini.

Walaupun cincin banyak digunakan dalam liturgi pernikahan, namun bukan berarti semua gereja menyetujui penggunaan cincin dalam liturgi pernikahan. Kaum Puritan pada abad ke-17 menolak penggunaan cincin pernikahan. Mereka keberatan terhadap prosesi pertukaran cincin, dan juga unsur-unsur lain di dalam ibadah, sehingga menghilangkan prosesi tersebut dari ibadah pernikahan. Akan tetapi, sebagian besar unsur-unsur tersebut dipulihkan kembali pada tahun-tahun berikutnya. Keberatan tersebut wajar mengingat tujuan mereka adalah “memurnikan” Gereja Inggris pada saat itu dengan cara menyingkirkan segala hal yang berbau Romawi. Pada abad ke-18, John Wesley juga menghapus ritus penyerahan mempelai dan pemberian cincin. Akan tetapi, para penerus John Wesley memulihkan kedua ritus tersebut.

Fungsi Simbolik Cincin Pernikahan

sepasang cincin.

Simbol berfungsi menghadirkan masa lalu pada masa kini. Dengan demikian, melalui cincin pernikahan pasangan suami-istri dapat mengingat cinta yang terjalin dan makna pernikahan yang telah mereka jalani. Cincin pernikahan tidak menjamin cinta dan kesetiaan suami-istri, namun cincin pernikahan menjadi simbol yang senantiasa mengingatkan dan membahasakan kerinduan mereka untuk selalu memperdalam cinta kepada pasangannya. Secara populer ada makna-makna lain yang diberikan kepada cincin pernikahan, misalnya sebagai penanda akan status pemakainya selaku suami-istri, atau perlambang ikatan pernikahan yang tiada akhirnya seperti bentuk cincin yang bulat dan tak berujung.

Sumber: wikipedia

Tips Membeli Cincin Kawin


Dalam memilih cincin kawin untuk pernikahan ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Budget untuk cincin kawin

Sesuaikan budget untuk cincin kawin dengan isi kantong .Apabila harga tidak menjadi masalah maka bisa dipilih cincin kawin dengan bahan emas 22k dipadu dengan diamond kualitas 1. Kalau harga masih menjadi pertimbangan maka ada alternatif bahan lain selain emas yaitu perak dengan kadar 925. Cincin dengan bahan perak mudah dikombinasikan dengan bahan lain seperti sepuhan emas 24 k atau sepuhan emas putih. Selain akan menambah kemewahan, sepuhan emas juga menjaga ketebalan isi kantong dibandingkan cincin yang memakai bahan full emas 22K.

2. Model cincin kawin

Dalam memilih model cincin kawin atau cincin pernikahan harus diperhatikan  kepribadian , aktifitas, dan bentuk fisik  masing-masing pasangan karena model cincin kawin sangatberagam dari polos, aksen rumit, tebal, tipis, pakai mata, tanpa mata, warna perak, warna emas, kombinasi warna perak dan emas, dll.Untuk yang suka olahraga atau beraktifitas fisik maka disarankan memilih model cincin kawin yang polos, tidak banyak memakai aksen maupun permata karena akan sangat banyak terjadi kontak fisik dengan cincin yang dipakai.. Bagi yang biasa bekerja di kantor maka lebih banyak pilihan model  cincin kawin karena relatif jarang terkena kontak fisik dengan lingkungan.

3. Memilih toko penjual cincin kawin

Untuk membeli cincin kawin maka hendaknya mencari toko yang menyediakan model cincin kawin yang banyak sehingga ada banyak pilihan model cincin kawin yang bisa dipilih. Selain itu juga dipastikan bahwa toko tersebut mempunyai reputasi yang baik sehingga cincin kawin yang dipilih kualitasnya benar-benar terjaga. Disamping itu akan ada rasa aman dalam berbelanja dan akan terhindar dari penipuan.

Cincin pasangan dari perak dengan kualitas 925 memang cocok untuk dijadikan cincin kawin, atau cincin tunangan sehingga kalau ada pasangan orang Jakarta yang bertanya dimana toko online yang jual cincin kawin? Bagusnya cincin kawin terbuat dari perak apa emas? cincin kawin apa sama dengan cincin couple? apa hukum memakai cincin kawin? siapa yang memakai cincin kawin?model cincin kawin apa yang sedang trend di 2012? Bagaimana cara membersihkan cincin kawin perak? kenapa harus memakai cincin kawin? dimana toko online yang menjual cincin kawin murah? cari perhiasan perak lengkap buat, gelang , kalung nama dan liontin , dan bisa menerima pemesanan dengan model sendiri.